Tampilkan postingan dengan label Penantian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penantian. Tampilkan semua postingan
Jumat, 03 Juni 2016
Jumat, Juni 03, 2016 15

INDAHNYA MERASAKAN KOPDAR SESAMA BLOGGER

Blogger tentunya sudah tidak asing dengan istilah "kopdar", bahkan mungkin diantara kalian ada yang sudah sering melakukannya. Tapi kopdar yang Chi rasakan disini bukan kopdar seperti biasanya.

Masih ingat beberapa tahun yang lalu sekitar tahun 2010-2011 an, ketika award blogger banyak berkeliaran? Yang gambarnya semacam piagam dan bisa turun temurun sampe 7 turunan? Dimana saat itu yang blognya paling sering disebut sebagai pemenang, bisa membantu menaikkan viewers, followers, readers, komeners, bahkan page rank (Dulu, blog ini sempat PR3, kemudian anjlok seiring memudarnya semangat Chi, wkwkwkwk). Iya, aku mengenalnya ketika aku terkena virus award itu.

Cerita ini bermula dari segala keisengan Chi yang suka apa apa di browsing di google bahkan dulu cara retweet twitter aja browsing, wkwkwkwk
Hari itu Chi browsing "Award Blogger" dan kesasarlah di blog si Om Absurd (Dulu sih manggilnya ngasal gitu, tapi percayalah dia bukan om om)
Chi langsung ikutan event yang sedang berlangsung, yaitu penilaian kesesuaian segala kriteria yang dia pasang agar bisa mendapatkan award yang dia bikin sendiri (Ceritanya saat itu kalau award yang bikin sendiri alias bukan turun temurun pasti jadi rebutan)
Sampai akhirnya Chi yang jadi pemenang eventnya *Huuuraaaaaaaiiiii* 

Tak lama kemudian, Chi bikin award juga tuh, dan sebagai imbalan karena kemarinnya aku udah di kasih award bikinan dia, Chi balik kasih award bikinan Chi yang formatnya .swf dan bisa dipencet-pencet biar gak mainstream kayak yang lain. Kalau mau tau bisa liyat di label award (tapi keknya link hostingan awardnya udah gak fungsi, jadi awardnya ndak muncul. huhuhuhuhuhu u.u)

 ===***===

Aku sama si Om ini dulunya cuma sekedar tau via blog, kontekannya via blogwalking atau yang suka kalian singkat BW itu. Yang biasanya di blog ada kolom se-umprit terus suka ditulis jejak jejak gitu sambil di injek-injek. Atau sekedar komen di artikel sok-sok an udah baca padahal gak baca, sumpeh itu jahat yaakk. Atau e-mail, e-mail an ini aja pas udah lumayan lama kenal, dia nge-mail di e-mail yang kesatu, yang kedua, yang ketiga iya e-mail Chi sekarung dia jelajahi semua.

Jangan tanya apa yang kita obrolin kalau lagi e-mailan, cuma nge-jokes gak jelas atau sekedar kirim script html buat ngacak-ngacak blog masing-masing .Nih Chi screenin beberapa aja, chatnya banyak banget sampe pingin cari kresek buat hoeeekkk.

# Klik gambar untuk memperbesar #

    INDAHNYA MERASAKAN KOPDAR SESAMA BLOGGER
    Screen:1

    INDAHNYA MERASAKAN KOPDAR SESAMA BLOGGER
    Screen :2


    INDAHNYA MERASAKAN KOPDAR SESAMA BLOGGER
    Screen:3


    INDAHNYA MERASAKAN KOPDAR SESAMA BLOGGER
    Screen:4


    INDAHNYA MERASAKAN KOPDAR SESAMA BLOGGER
    Screen:5


Keliyatan akrab ya? Padahal belum pernah ketemu. Iya, Chi orangnya emang gampang akrab sama orang lain *katanya (Padahal gampang akrabnya cuma sama orang yang nyambung-nyambung aja, kalau kamu ngerasa akrab sama Chi, beruntunglah berarti kamu orangnya nyambung, wkwkwkwk)

===***===

Kita sempet juga yang bener-bener Lost Contact, BW an juga ndak pernah, entahlah ada apa. Sampai sekitar akhir 2014 kemarin dia tetiba invite PIN BBM aku, namanya beda kek yang di e-mail, tp fotonya iya tuh idung. Invite BBM berujung bencana pada awalnya. Iya, entah kenapa dia pasang DP foto Chi dan tetiba ada mba-mba yang inbox ngira aku pacarnya dia. Whaaaaaattttt?????? Ketemu aja gak pernah, kenal sampe yang ngomongin hati aja gak pernah kepikiran. Mbaknya bisa banget deh jadi lucuk, hihihihi..
And you know? Siapa mba-mba itu? Dia pacarnya si om (eh pas itu masih pacar apa udah mantan ya? Chi juga kurang tau kejadian detailnya). Aduh mba, Chi nyarinya sudah bukan pacar sekarang, tapi imam *ihhiiwwwww, kemudian terbang* yang deket berusaha deketin aja Chi diemin, apalagi yang jauh gak pernah keliyatan wujudnya --" 

Bener-bener kayak cerita anak bocah ya? Hihi..
Eittssss tunggu dulu, ceritanya masih panjang, belum berakhir, bersabarlah membacanya sampai tuntas, weeekkkk...

===***===

Sampai sekitar Maret 2015, Si Om ini bilang "ada rasa" semacam rasa strawberry kali ah Jangan tanya Chi sikapnya kayak apa? Kayak Nebi di Drama Seri Love Cells, bahasa jawanya Nyelimuran (Eh, bener ndak sih drama itu? Lupa akunya --") Si Om ngulang terus bilang setiap akhir bulan, dari Maret, April, Mei.

Bulan Juni, Chi disini bener-bener sudah mulai risih sama keadaan ya, dimana makin banyak orang yang nuduh Chi begini begitu, ngira munafiklah inilah itulah, entahlah mereka mikirnya gimana, semerdekanya juga anggep Chi kayak apa, rasanya pengen tereak "Nggak, Chi nggak kayak yang kalian pikirkan selama ini, sini kenalan dulu, jangan buru judge macem-macem" Ya emang sih ya, mau jadi orang baik buat semua orang itu susah, kayak gini misalnya, gada niat busuk aja dianggepnya busuk. Orang jaman sekarang terlalu cepet pelihara pikiran jelek, yang masih "katanya" aja udah banyak banget yang percaya, eh yang udah "sebenarnya" malah gada yang percaya. Senyumin aja Chi, Yang gasuka biarin, yang suka masih banyak, ihihihihihiww..
 

INDAHNYA MERASAKAN KOPDAR SESAMA BLOGGER


Iya, isinya tiket, *terharu* hari itu awal Juni aku nanya, dia ada rasa itu apa? Kalau mau ngajak pacaran ogah, Chi gamau. Tapi kalau bener-bener ada niat baik, Chi tungguin niat baiknya. Eh, besoknya dia langsung beli tiket ke Malang *terharulagi*

Dan WOW!!!
Di saat banyak gadis menunjukkan pada dunia bahwa ada laki-laki istimewa tengah melamarnya dengan cara romantis kayak : "will you marry me?" (sambil diving) Tapi tidak denganku, aha aha aha..

Dia, seseorang yang aku panggil om padahal umurnya cuman jarak 3 tahun sama aku itu emang bolak-balik ngungkapin isi hatinya, tapi tidak sekalipun dia menanyakan isi hati sebelah sini. Setelah berbulan-bulan penuh dengan kesan "ketidak pedulian" ku, akhirnya dia beneran menginjakkan kaki di Kota kelahiranku, Kota Malang tercintah. Awalnya Chi pikir kita akan sekedar kopdar, iya kami blogger yang saling kenal gara-gara Google tapi terpisahkan ribuan kilometer. Dimana pertemuan terkesan sungguh impossible. Aku berani menanyakan hal tadi karena aku beranggapan, dia yang main-main gak akan mampu nunjukin apa-apa. See?? Menurutku ini adalah hal paling romantis yang gak banyak orang punya. Dia tak pernah bertanya "Do you love me?" atau "Will you marry me?" But.. Lelaki itu.. langsung datang menemui orang tuaku, melamarku. Stop! Jangan tanya rasanya kayak apa. Berkecamuk, antara kaget, seneng, terharu. Dia yang sederhana bisa melakukan hal spesial seperti ini, dia yang biasa tapi konyol, ngangeni, dia yang polos tapi punya keberanian luar biasa.

Beberapa bulan kemudian dia ke Malang lagi, bawa keluarga besar dia, kali ini kita lamaran resmi, sumpah buat kalian yang udah baca Label Penantian di Blog ini pasti udah pada tau Chi pinginnya kayak gimana.
Hoaaaaaaaaa.... Alhamdulillah.. banyak jalan bergelombang, banyak jalan terjal, banyak hati yang berkecamuk. Tapi Chi pinginnya semua gak hanya sampai disini. Cinta sejati itu gak punya happy ending, soalnya cinta sejati itu gak akan ada akhirnya.


INDAHNYA MERASAKAN KOPDAR SESAMA BLOGGER
Malang, 17 Mei 2016


Sekian cerita panjang lebarnya, semoga kalian baca lengkap dari paragraf awal sampai akhir, hihihihihi..

Terimakasih Allah atas semua rencana-Nya yang indah, segala kemudahan yang diberikan dan berbagai hal magic yang tak pernah disangka. Kita planning A, dikasihnya malah sampai Z, Alhamdulillah. Semoga keindahan ini akan terus berlanjut, mohon do'anya juga agar diberi kelancaran sampai nanti hari  ' H ', semoga diberi keberkahan sampai seterusnya, amiinn.

Oiya, terimakasih juga Internet, terimakasih Google, yang udah jadi perantara kami berdua beserta keluarga, pertama ketemu sama temen blogger langsung di lamar? Siapa yang mengira? Hihihihi..
Kamu pernah nggak ngerasain hal yang sama kayak Chi?



Rabu, 23 Maret 2016
Rabu, Maret 23, 2016 7

CALON IMAM, DENGARKAN AKU WALAU HANYA SATU DETIK - PART : IV

Hai kamu, lama menantimu terkadang membuatku resah. Menanti pintu terketuk justru membuatku semakin gundah. Ini bukan tentang siapa kamu, tapi ini tentang bagaimana aku.

Mencintai bukan sekedar rasa, tapi tentang niat untuk tetap bersama saat suka dan duka. Tentang komitmen yang seharusnya mampu untuk dipertanggung jawabkan. Tentang impian bersama yang menunggu diwujudkan.

CALON IMAM, DENGARKAN AKU WALAU HANYA SATU DETIK : PART IV
Calon imamku, berulang kali aku jelaskan disini, aku bukanlah gadis dengan latar belakang keluarga yang sempurna, aku juga bukan gadis yang tumbuh dengan pupukan sifat manja. Aku hanya salah satu dari gadis akhir zaman, yang tak ingin menyaksikan lagi hancurnya niatan rumah tangga. Bersamamu, aku ingin merasakan sepenggal firdaus yang Allah cipta di dunia. Bersamamu aku ingin surga terasa lebih dekat.

Harapan yang terlihat simple memang, tapi tak banyak lelaki diluaran sana yang mampu mewujudkan. Sampai terkadang harapan indahnya pernikahan terasa seperti ombak pasang surut. Adakalanya aku tak sabar menantikan sosokmu, adakalanya pula aku begitu takut, begitu ragu untuk menginjak step kehidupan yang baru.

Hai kamu.. entah siapa dan dimana..
Aku hanya gadis yang masih banyak khilaf dan aib. Sempat mencintai dan menjadi pacar lelaki lain, kadang lebay, kadang kecentilan, kadang juga suka ghibah. Apa kamu mau menerimaku? Apa kamu mau mengajariku menjadi perempuan yang lebih baik?

Aku memang tak secantik Zulaikha, tak sekaya Khadijah, tak setaqwa Aisyah dan tak sesuci Maryam. Tapi, bersediakah kamu menjadi nahkodaku? Menuntunku dengan jemari taqwamu? Sungguh, aku ingin berjumpa dengan beliau-beliau kelak di surga.

Haha.. heeiii.. jangan tertawa kecil membaca celotehku. Mungkin aku memang belum pantas untuk ingin berjumpa dengan beliau, oleh karena itu aku butuh kamu.

Hai kamu yang tak kunjung datang.. aku sabar karena keyakinanku kepada Allah tanpa batas. Aku percaya karena Allah pasti mempercayakan hati untuk kujaga. Yang sederhana tapi spesial, yang biasa tapi ngangeni, yang polos tapi luar biasa.


To be continued,
Dariku yang tak hanya ingin sehidup semati bersamamu, tapi juga sehidup sesurga bersamamu.



PART I : CALON IMAM, DENGARKAN AKU WALAU HANYA SATU DETIK

PART II : CALON IMAM, DENGARKAN AKU WALAU HANYA SATU DETIK

PART III : CALON IMAM, DENGARKAN AKU WALAU HANYA SATU DETIK





Rabu, 16 September 2015

CALON IMAM, DENGARKAN AKU WALAU HANYA SATU DETIK - PART : III


Hai, sudah lama tak kusapa kamu melalui tulisanku, iya kamu, calon imamku..
Aku harap, kamu tak lelah untuk menjaga hatimu disana. Kamu boleh melihat perempuan lain, tapi jangan lihat mereka dengan hatimu juga. Jaga dan persiapkan hatimu untukku, pemilik sebelah tulang rusukmu.

Hai kamu, aku bukan seorang perempuan yang mengharap kesempurnaanmu. Sederhana asal bisa barengan sampai surga kan indahnya berlipat, hehe..

CALON IMAM, DENGARKAN AKU WALAU HANYA SATU DETIK - PART : III
Bagaimana? Apa kamu sudah menemukanku? Sudahkah kamu melihatku dari kejauhan? Masihkah kamu mengamati setiap gerak gerikku? Tahukah kamu, di setiap sujudku aku tak pernah absen menyampaikan harapanku tentang kamu? Jika jauh semoga di dekatkan, jika dekat semoga segera dipertemukan, jika sudah bertemu semoga lekas melamar, haha..

Untuk sekarang mungkin ada tembok kokoh yang jadi pembatas di antara kita, pembatas itu adalah jarak dan waktu. Percayalah, Allah menciptakan jarak dan waktu bukan supaya kita lelah menanti dan berhenti berharap. Tapi agar kita tak pernah putus asa untuk berdoa penuh keyakinan yang sempurna.

Hai kamu, lelakiku..
Apapun alasannya, sungguh aku tak ingin melihatmu lelah berjuang. Jemput keindahan yang kamu idamkan, jemput kebahagiaan yang kamu inginkan. Sampai saatnya nanti, kamu bisa menjemputku, tinggal dalam atap yang sama denganku, berbagi segala suka dan duka bersamaku.

Aku yakin, kamu sedang dipersiapkan dengan baik oleh Allah untukku. Aku yakin, nantinya kamu akan bersungguh-sungguh mencintaiku. Aku percaya, bahwa kamu yang bertanggung jawab tak akan membiarkan wanitamu berlama-lama menanti. Sampai saatnya nanti, bukan cinta yang memilihmu, tapi Allah yang memilihmu untuk kucintai.


To be continued,
Dariku yang tak hanya ingin sehidup semati bersamamu, tapi juga sehidup sesurga bersamamu.








Rabu, 22 Juli 2015
Rabu, Juli 22, 2015 0

CALON IMAM, DENGARKAN AKU WALAU HANYA SATU DETIK - PART:II


Untukmu, seseorang yang akan menemaniku dimasa depan. Anggap ini sebagai goresan penuh kerinduan yang belum dapat ku utarakan. Goresan penuh tanya tentang siapa sosokmu yang belum kutemukan. Tentang kamu yang ku tunggu menjadi pelengkap pengabdianku, tentang kamu yang nantinya mengizinkanku menyatu dengan senyum di wajah teduhmu, tentang kamu yang mengizinkan segala rindu dan cinta berbaur menjadi satu.


CALON IMAM, DENGARKAN AKU WALAU HANYA SATU DETIK
Hai lelakiku..

Mungkin saat ini aku masih begitu asing bagimu, belum bisa meraihmu, belum bisa menyejukkan hatimu. Tapi ketahuilah calon imam idaman, aku disini masih terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Agar nantinya, aku bisa menjadi pendamping yang bisa kau arahkan, bisa kau ajak berjabat tangan dalam kebaikan. Aku memang belum tahu siapa kamu, tapi aku harap sesakit apapun perjuanganmu, sesusah apapun halangan di depanmu, kamu tak pernah lupa untuk selalu berusaha mendekatkan diri kepada-Nya. Bismillah, pupuk selalu keyakinan dalam diri kamu, hal baik akan selalu berbuah baik. Wanita baik hanya untuk lelaki baik pula.


Hai ganteng..

Percayalah, aku tak begitu peduli tentang seperti apa fisikmu, kamu punya iman dan akhlak yang baik saja bagiku sudah cukup. Ku harap, kau pun begitu. Mungkin saat ini kamu sedang terjebak dalam cinta yang salah, dalam pandangan yang salah. Aku mohon, hentikan itu. Jaga hatimu baik-baik untukku. Bagiku hatimu begitu mahal, aku tak akan rela melihat hatimu tergores sedikitpun.

Di luar sana memang banyak perempuan cantik bergeliat di depan matamu, banyak perempuan menarik berusaha meminta perhatianmu. Tapi, tak inginkah kamu melihat sisi yang lain? Bukankah cantik yang sesungguhnya ada di hati? Bukankah magnet ketertarikan sesungguhnya ada di akhlak? Fisik bisa hilang termakan waktu, tapi hati dan akhlak? Insha Allah akan tetap seperti itu.



To be continued,
Dariku yang tak hanya ingin sehidup semati bersamamu, tapi juga sehidup sesurga bersamamu.



PART I :  CALON IMAM, DENGARKAN AKU WALAU HANYA SATU DETIK

PART III : CALON IMAM, DENGARKAN AKU WALAU HANYA SATU DETIK



Minggu, 28 Juni 2015
Minggu, Juni 28, 2015 1

CALON IMAM, DENGARKAN AKU WALAU HANYA SATU DETIK



Kita coba menapaki tebing yang terjal. Bukan untuk saling unjuk kekuatan. Bukan untuk saling unjuk kemampuan. Tapi karena ini memang jalan yang telah digariskan. Sebagaimana kita bisa melewatinya dengan tak lupa memperdulikan sekitar. Sebagaimana kita bisa tetap berpegang teguh tanpa berusaha saling menjatuhkan.

CALON IMAM, DENGARKAN AKU WALAU HANYA SATU DETIK

Duhai calon imamku dimanapun kamu.. Bolehkah dalam harapku, ku ungkapkan beberapa permintaan untukmu?



Aku bukan perempuan yang gila hartamu, bukan perempuan yang bernafsu merebut kekuasaanmu. Aku hanya ingin menjadi perempuan yang selalu berada di sampingmu, menemanimu, ikut merasakan sekeras apa perjuanganmu. Aku hanya ingin kelak, ketika semua orang begitu bangga padamu, kamu tak lupa untuk tetap menoleh ke arahku.


Hai kamu yang tak pernah bosan ku ucap dalam do'a..


Sudikah kamu untuk jadi panutan terbaikku?
Nanti, mungkin kamu akan nampak seperti penjahat yang mengambilku dari orang tuaku. Saat itu, apa kamu yakin mampu mengambilku dengan cara yang paling baik? Mereka membesarkanku dengan cara yang baik, mendidikku untuk selalu bertutur kata yang baik. Apa kamu bisa melakukan hal yang sama nantinya?

Mungkin terlalu dini untukku berangan-angan, tapi setidaknya aku punya harapan.
Aku butuh kamu yang tak mengutamakan nada tinggi saat menasehatiku. Aku butuh kamu yang ketika aku salah justru mengusap kepalaku penuh kelembutan sembari berkata, "Sayang, jangan seperti itu". Aku pikir itu cara yang paling halus yang bisa kamu lakukan untuk menegurku.


Hai kamu yang masih rahasia..

Aku berjanji, aku tak akan membuatmu merasa direndahkan saat bersamaku. Aku begitu paham, bahwa kaulah pemimpin sebenarnya di surga kecil kita nanti.
Hei, bukankah pemimpin juga butuh penasehat? Bolehkah aku jadi penasehatmu? Mengingatkanmu pada detail kecil yang kau abaikan misalnya. Iya, aku tahu mungkin kamu tak butuh itu, mungkin kamu hanya ingin ditemani tanpa mendengar ocehan tak penting dariku. Tapi bolehkah sebentar saja kau saring ocehanku? Apa benar-benar tak ada yang bisa kau ambil sedikit pun?



To be continued,
Dariku yang tak hanya ingin sehidup semati bersamamu, tapi juga sehidup sesurga bersamamu.



Kamis, 05 Februari 2015

CATATAN KECIL

Wahai calon imamku di masa depan, apakabarnya kau disana? Sedang apa sekarang? Apa kau juga tak henti memikirkanku? Masihkah kau menjaga hatimu untukku? Masihkah engkau semangat berjuang menemuiku?


Haha.. hei.. aku disini mulai belajar banyak hal loh.. mulai memantaskan diri, agar jika saatnya nanti Allah mempertemukan kita, kau tak kecewa akan sikap sifatku, juga agar kau tak malu mengenalkanku pada keluargamu.


Hai ganteng, apa saat ini hatimu sama seperti hatiku? Begitu tak tenang karena dipenuhi tanda tanya akan seperti apa sosokmu. Begitu lusuh karena telah merasakan tersakiti.


Yang aku tahu, saat ini Allah sedang menyiapkanmu untukku, mungkin kamu sedang asik mengamati duniaku secara diam-diam, mungkin kamu sedang mengamati karakterku, atau mungkin kamu sedang menyiapkan banyak hal untuk membawaku pulang?


Duhai calon imamku, sampai kapan kau akan terus bersembunyi di balik bilik hati yang rapuh itu? Keindahan seperti apa yang membuatmu begitu nyaman disana? Tak inginkah engkau segera menemuiku? Perempuan yang namanya sudah bersanding dengan namamu sejak engkau masih 4 bulan dalam kandungan ibundamu. Masih semangatkah engkau berjuang memperbaiki dirimu agar mampu menjadi imam yang baik suatu saat nanti? Aku perempuanmu disini tak pernah bosan menantimu. Ku dekap engkau dengan do'a. Karena mengulang do'a-do'a itu seperti kayuhan sepeda yang akan membawa kita ke arah yang kita tuju. Dan itu adalah seindah-indahnya caraku bergeliat dalam penantian.